Selasa, 23 Oktober 2012

PETA LOKASI


Berminat hubungi 085881024707/ 02151335616/ 081578844329 / 02193613169

Jika telepon tidak diangkat mohon tinggalkan pesan dengan melakukan sms ya

atau datang langsung di alamat Perum Tugu Mutiara, Jl. Garuda 1, Pasir Gunung Selatan, Kelapa 2 Depok.
Peta silahkan cek www.dedimakmur.com

Sabtu, 01 September 2012

Botol Kaca Rainbow Cake / Jar Cake

Kami merupakan distributor botol kaca yang menjual botol selai / toples kaca/ jar cake dengan kondisi BARU dengan berbagai macam ukuran.

Ukuran botol kaca selai yang kami jual terdiri dari botol kaca ukuran 170ml, 220ml, 250ml dan 330ml.

Ketentuan harga pengambilan Botol selai 50-1500pcs:
Botol selai 170& 200ml; + tutup seng: 3200
Botol selai 250ml + tutup seng: 3200
Botol selai 330ml + tutup seng: 3400


Ketentuan harga pengambilan Botol selai 2000 - 3000pcs:
Botol selai 170& 220ml; + tutup seng: 3000
Botol selai 250ml + tutup seng: 3100
Botol selai 330ml + tutup seng: 3300


Ketentuan harga pengambilan Botol selai > 7000pcs:
Botol selai 170& 220ml; + tutup seng: 2500
Botol selai 250ml + tutup seng: 2700
Botol selai 330ml + tutup seng: 2900

Kami juga menjual botol kaca hexagonal dengan minimum pengambilan 100 pcs dengan harga satuan 4000/ pcs (plus tutup seng)
Botol selai tersebut juga tersedia dengan menggunakan tutup plastik. Dengan menggunakan tutup plastik harga botol dikurangi Rp. 200/ pcs.

Berminat hubungi 085881024707/ 02151335616/ 081578844329 / 02193613169

Jika telepon tidak diangkat mohon tinggalkan pesan dengan melakukan sms ya

Botol Kaca Selai 170 ml



Botol Kaca Selai 220 ml



Botol Kaca Selai 250 ml


Botol Kaca Selai 330 ml


Botol Kaca Hexagonal 195 ml

Botol Kaca Hexagonal & Botol Selai

Kami merupakan distributor botol kaca yang menjual botol selai / toples kaca/ jar cake dengan kondisi BARU dengan berbagai macam ukuran.

Ukuran botol kaca selai yang kami jual terdiri dari botol kaca ukuran 170ml, 220ml, 250ml dan 330ml.

Ketentuan harga pengambilan Botol selai 50-1500pcs:
Botol selai 170& 200ml; + tutup seng: 3200
Botol selai 250ml + tutup seng: 3200
Botol selai 330ml + tutup seng: 3400


Ketentuan harga pengambilan Botol selai 2000 - 3000pcs:
Botol selai 170& 220ml; + tutup selai: 3000
Botol selai 250ml + tutup seng: 3100
Botol selai 330ml + tutup seng: 3300

Ketentuan harga pengambilan Botol selai > 7000pcs:
Botol selai 170& 220ml; + tutup seng: 2600
Botol selai 250ml + tutup seng: 2700
Botol selai 330ml + tutup seng: 2900

Kami juga menjual botol kaca hexagonal dengan minimum pengambilan 100 pcs dengan harga satuan 4000/ pcs (plus tutup )
Botol selai tersebut juga tersedia dengan menggunakan tutup plastik. Dengan menggunakan tutup plastik harga botol dikurangi Rp. 200/ pcs.

Berminat hubungi 085881024707/ 02151335616/ 081578844329 / 02193613169

Jika telepon tidak diangkat mohon tinggalkan pesan dengan melakukan sms ya

Botol Kaca
Botol Kaca Selai 170 ml



Botol Kaca Selai 220 ml



Botol Kaca Selai 250 ml


Botol Kaca Selai 330 ml


Botol Kaca Hexagonal 195 ml

Botol Kaca Selai / Toples Kaca / Jar Cake / Botol Madu / Botol Asi / Botol Susu

Kami merupakan distributor botol kaca yang menjual botol selai /  toples kaca / jar cake/ botol asi, botol susu sapi, botol madu, botol sirup, botol rainbow cake, botol serum, botol vial, botol pipet, botol UC, botol pengemas permen dengan ukuran 15 ml, 20 ml, 30 ml, 100 ml, 120 ml, 150 ml, 170 ml, 220 ml, botol 250 ml, 300 ml, 340 ml dan 500 ml.

Berminat hubungi 085881024707/ 02151335616/ 081578844329 / 02193613169

Jika telepon tidak diangkat mohon tinggalkan pesan dengan melakukan sms ya


Atau datang langsung ke Perum Tugu Mutiara, Jl. Garuda 1, Rt 6, Rw 9, no 99, Pasir Gunung Selatan, Kelapa Dua Depok.


Botol Pipet / Botol Serum 10 - 30 ml
Harga Rp. 2.300,- (Pengambilan 1000pcs)














Botol asi 50 ml
Harga Rp. 2000,- (Pengambilan 50pcs)














Botol asi / botol Vial (ASIP) 100ml
Harga Rp. 2.000,- (Pengambilan 50pcs)

 












Harga Rp. 3200,- (Pengambilan 50pcs)



Botol Kaca Selai 220 ml
Harga Rp. 3200,- (Pengambilan 50pcs)

Harga Rp. 3200,- (Pengambilan 50pcs)


Botol Kaca Selai 330 ml
Harga Rp. 3.400,- (Pengambilan 50pcs)


Botol Kaca Hexagonal 195 ml
Harga Rp. 4000,- (Pengambilan 100pcs)

Botol Madu 250 ml dengan Tutup Seng / Plastik
Harga Rp. 2.200,-/ pcs (Pengambilan 100pcs)


Botol Kaca Susu Segar dengan Tutup Karet 250 ml
Harga Rp. 3000,-/pcs (Pengambilan 50pcs)


Botol Kaca Susu Segar dengan Tutup Karet 500 ml
Harga Rp. 3.800,-/pcs (Pengambilan 50pcs)

Botol Sirup / Madu
Harga Rp. 2.500,-/pcs (Pengambilan 500pcs)



















Botol Madu/ Saos 340ml
Harga Rp. 2.600,-/pcs (Pengambilan 3000pcs)












Botol Roll On 10 ml
Harga 1500/pcs minimal order 2000pcs


Botol Jus 350 ml
Harga 4000/pcs sudah termasuk tutup minimal order 2500pcs
 

 Botol ukuran 10ml, 15ml, 20ml 
Harga @2500 minimal order 100pcs



Botol Kecap 620ml
Harga 2800/pcs minimal order 1600pcs

 Botol Balsem Minimal order 4000pcs
20 gram @1000
40 gram @1600


Botol selai 130ml
Harga @4000 minimal order 100



























Minggu, 19 Februari 2012

Botol Asi / Botol Kaca ASIP

Bagi Ibu/ Mommy yang bekerja, saat ini tidak perlu khawatir lagi untuk memberikan asi buat si kecil. Karena dengan menggunakan media penyimpanan botol asi, saat ini mommy dapat membuat stock asi buat si buah hati. Jadi saat bekerja ibu tidak perlu was-was lagi deh..
Ketentuan Harga Botol Asi yang kami jual:
30 - 150 pcs= Rp. 2.000,-/pcs
200 - 500 pcs= Rp. 1.700,-/ pcs
1000 - 1500 pcs= Rp. 1.600,-/ pcs
2000 - 3500 pcs= Rp. 1.550,-/ pcs
> 4000 pcs= Rp. 1.450,-/ pcs

Berminat hubungi 085881024707/ 02151335616/ 081578844329 / 02193613169

Jika telepon tidak diangkat mohon tinggalkan pesan dengan melakukan sms ya

atau datang langsung di alamat Perum Tugu Mutiara, Jl. Garuda 1, Pasir Gunung Selatan, Kelapa 2 Depok.
Peta silahkan cek www.dedimakmur.com

Cara sterilisasi botol kaca ASIP (cara merebus)
  1. Pisahkan botol asi dan tutupnya (tutup botol karet atupun tutup plastik)
  2. Rendam botol asi dan tutupnya dengan air sabun (mama lime/sunlight)
  3. Sikat bagian dalam botol, bilas sampai bersih
  4. Bersihkan tutup botol juga
  5. Rebus botol asi dalam air hingga mendidih (tutup botol  jangan di rebus)
  6. Angkat botol asi, tiriskan, matikan api lalu masukkan tutup botol dengan air mendidih sisa rebusan botol (tutup karet ataupun plastic)
  7. Tiriskan botol asi & tutup, pastikan tidak ada air yang tertinggal, tutup dan simpan untuk digunakan kembali.

Cara sterilisasi botol kaca ASIP (menggunakan alat sterilizer uap)
  1. Pisahkan botol asi dan tutupnya
  2. Rendam botol asi dan tutupnya dengan air sabun (mama lime/sunlight)
  3. Sikat bagian dalam botol,bilas sampai bersih
  4. Bersihkan tutup botol juga
  5. Susun botol dan tutup ke dalam alat sterilizer uap dengan posisi terbalik (bagian atas botol ada di bawah & dasar botol asi ada di atas) agar uap dari bagian bawah alat dapat masuk ke seluruh bagian dalam botol asi. Pastikan tutup botol berada di bagian atas. Tutup rapat alat sterilizer uap.
  6. Masukkan sejumlah air kran ke dalam wadah / penampung air yang terdapat di alat sterilizer uap (jumlah dan tempat pengisian bervariasi tergantung jenis / merek alat). Pastikan jangan sampai jumlah air yang dimasukkan tidak kurang dari persyaratan minimal jumlah air yang dibutuhkan alat. Jumlah air yang kurang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alat / berpotensi menyebabkan kebakaran.
  7. Tancapkan kabel alat sterilizer ke sumber listrik, nyalakan alat sterilizer dan tunggu hingga selesai (alat akan berhenti beroperasi dengan sendirinya jika proses sterilisasi telah selesai).
  8. Angkat BOTOL ASI, tiriskan dan pastikan tidak ada sisa air tertinggal di dalam botol, tutup dan simpan untuk digunakan kembali.

Menyusui itu sebuah pilihan atau kewajiban?

Menyusui bukanlah suatu pekerjaan yang berat bagi seorang ibu. Merupakan suatu tugas mulia memberikan makanan yang paling baik dan paling sempurna bagi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Lalu, menyusui itu sebuah pilihan atau kewajiban?
Hal yang perlu diketahui bagi seorang perempuan adalah kewajiban seorang ibu salah satunya memberikan ASI untuk memenuhi hak bayi.

Beberapa wasiat yang dikutip dari 10 wasiat Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada putrinya Fatimah Az Zahra, diantaranya :
-          Dan jika dari itu kemudian seorang istri mengandung maka malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah tetapkan baginya setiap hari 1000 kebaikan serta melebur 1000 kejelekan.
-          Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang dijalan Allah (pahala jihad fissabilillah)
-          Disaat wanita melahirkan kandungannya maka bersihlah  dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya.
-          Disaat wanita meninggal ketika melahirkan maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun (syahid). Di dalam kubur akan mendapat taman indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan 1000 haji dan 1000 umrah, malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
-          Dan jika kemudian setelah melahirkan dan mendapat predikat IBU, maka sungguh rugi jika ibu tidak mau menyusui anaknya, karena Sesungguhnya dengan mengurus anak telah Allah tetapkan pahala baginya seperti memberi makan 1000 org yang kelaparan dan memberi pakaian 1000 org yang telanjang.
Sungguh rugi jika pekerjaan itu diberikan kepada orang lain…
Salah satu mukjizat yang diberikan pada kaum hawa berupa AIR SUSU IBU (ASI), sebagai sumber kehidupan yang pertama bagi manusia yang baru lahir . Sungguh mengherankan jika ada seorang ibu yang meminta air susunya dihentikan dengan obat, demi lahiriah yang sempurna atau alasan lain. Sungguh aneh jika ada manusia yang diberi mukjizat dan kemudian minta mukjizat itu dihentikan darinya. Islam meyakini air susu ibu sebagai makanan terbaik bagi anak, dan merupakan sebuah hak alami. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Tidak ada satu pun susu yang lebih bermanfaat dan lebih sesuai bagi anak dari air susu ibu.” Sedemikian pentingnya kedudukan air susu ibu dalam Islam, sehingga para ibu sangat dianjurkan untuk menyusui anaknya dan bagi mereka disediakan pahala yang besar manakala melakukannya.
Rasulullah saw bersabda, “Ketika seorang wanita menyusui anaknya, Allah membalas setiap isapan air susu yang diisap anak dengan pahala memerdekakan seorang budak dari keturunan Nabi Ismail, dan manakala wanita itu selesai menyusui (menyapih) anaknya malaikat pun meletakkan tangannya ke atas sisi wanita itu seraya berkata, ‘Mulailah hidup dari baru, karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu.’”
Jika ilmu pengetahuan baru beberapa tahun belakangan menyadari pentingnya menyusui hingga anak berusia 2 tahun, Allah telah berfirman dalam Al Qur’an lebih dari 14 abad yang lalu mengenai penyusuan hingga 2 tahun. Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menjelaskan tentang hak menyusu bagi seorang anak dan kewajiban seorang ibu untuk menyusuinya serta kewajiban bagi seorang ayah untuk mencukupi kebutuhan mereka baik mereka dalam kondisi belum bercerai atau telah bercerai. Allah Ta’ala berfirman…

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).
Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah yang paling maha Rahim (Maha Penyayang) bagi seluruh makhluknNya dari pada kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya, karena Allah Ta’ala memerintahkan kepada para ibu untuk menyusui, padahal hal itu sudah merupakan fitrah dan naluri seorang ibu . Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah Ta’ala sangat jauh lebih luas dan agung dari pada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Disebutkan bahwa jika anak tidak mendapat ASI dari ibunya sendiri, maka diperbolehkan bagi orangtuanya utk mencarikannya ibu susu. Tidak disebutkan bahwa diperbolehkan bagi orang tuanya untuk memberikan susu dari spesies selain manusia. Dan yang paling penting adalah, janganlah seorang ibu menyusui semata-mata untuk memberi makan anaknya, niatkanlah menyusui sebagai ibadah, karena selain itulah yang membedakan manusia dengan mamalia lain yang juga menyusui anaknya, juga karena ibadah menyusui akan diganjar dengan pahala memerdekakan budak dari keturunan nabi Ismail, sekaligus memberi makan 1000 org yang kelaparan dan memberi pakaian 1000 org yang telanjang, serta dimohonkan surga baginya.
Subhanallah… Sungguh banyak kesempatan para ibu mengumpulkan pahala dan berjihad dengan menyusui anak-anaknya… Semoga dengan menyusui ini, menghalalkan surga bagi para ibu. Amiin…

Sentuhan Kasih Berjuta Manfaat

oleh Irawati Budiningsih on August 7th, 2011

Sepucuk surat datang mengabarkan bahwa Anda harus mengikuti perintah tugas: pindah ke daerah lain nun jauh dari tempat tinggal sekarang, tak ada kerabat ataupun sanak saudara yang dikenal. Karena beban kerja dan terbatasnya sarana pendidikan di daerah nanti, Anda dilarang membawa serta keluarga, tapi Anda tak perlu khawatir, segala fasilitas tersedia disana: internet untuk menghubungkan kita dengan orang-orang tercinta, telepon bertarif murah dan bebas digunakan kapanpun, segala sarana komunikasi canggih mendukung! Hanya saja transportasi untuk kembali ke kampung halaman sangat terbatas, tetapi Anda masih mendapat jatah pulang ke kampung halaman 2x setahun tidak termasuk cuti hari raya.
Kenapa hati ini tetap sedih? Tetap merasa berat memutuskannya? Apa yang kurang disana?

Bayangkan situasi tersebut dialami oleh bayi Anda. Dari keadaannya yang nyaman, tenteram, hangat, ‘terpeluk’ oleh rahim penyayang ibu, lalu dilahirkan dan menemui dunia yang hiruk pikuk ini. Sinar dan cahaya terang, gegap gempita riuh ramai suara, di’cengkeram’ tangan-tangan dokter & suster. Inikah dunia itu? Siapa mereka semua? Asing sekali suaranya, sentuhannya, aromanya. Sangat tidak biasa bagi si bayi mungil ini. Tak heran ia begitu mudahnya menangis seperti orang stress. Ya, walaupun dia manusia baru, manusia kecil, dia tetaplah seorang manusia yang juga bisa stress.
Saat saya melahirkan anak pertama saya dulu, saya belum mengenal apa itu Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Seperti yang biasa saya tonton di film atau dengar cerita, begitu bayi lahir segera dilakukan pengecekan medis dan dibersihkan, lalu terbungkus rapi dalam bedongan & topi bayi untuk diberi sekali kecupan oleh ibunya, lalu dibawa ke ruang bayi – tempatnya mondok di rumah sakit ini. Nanti saat kerabat datang, bisa melihat lewat jendela kaca besar ruang bayi dan ‘baby show’ pun bisa dinikmati pada jam-jam tertentu. Indah ya kelihatannya?
Tapi yang saya rasakan adalah, anak saya menangis tidak karuan sepanjang hari saat diantar ke ruangan saya untuk menyusu (ya, tidak perlu ditanya lagi, saat itu pun saya tidak tahu tentang rawat gabung). Kebalikannya, pada hari ke-3 saat ASI mulai tak terkontrol membasahi kimono, bayi saya malah tertidur sulit untuk dibangunkan menyusu. Mulutnya terkunci rapat & kalaupun terbuka sedikit, tidak melekat pada payudara dengan sempurna yang mengakibatkan lecet di puting. Begitu horornya kah punya anak? Saya tidak bisa mengendalikan tangisan bayi saya, bahkan badan saya yang terus menerus kesakitan & pegal-pegal.
Berbeda jauh dengan cerita saat melahirkan anak kedua, yang sudah lebih berbekal ilmu tentang melahirkan, IMD, menyusui & apa saja yang mungkin dihadapi pada hari-hari pertama di RS. Anak kedua kami memilih jam 23.00 untuk menyapa dunia. Jadilah hanya saya & suami tanpa kerabat lain menunggu di RS saat lahiran. Proses IMD berhasil kami jalani dengan tenang selama kurang lebih 2 jam. Pastinya ada rasa khawatir sedikit pada saat bayi kami menangis begitu kencang saat badannya dibersihkan sekedarnya (kami berdua de ja vu apakah psikisnya akan seperti si kakak yang mudah menangis dan stress). Tapi ajaibnya saat si bayi diletakkan di dada saya, tangisannya berhenti seketika! Selanjutnya adalah cerita indah tentang IMD yang terlalu panjang untuk dibahas disini.
Yang ingin saya garis bawahi mengenai cerita kelahiran anak pertama dan kedua saya adalah ‘ke-segera-an terjadinya kontak kulit’ antara ibu & bayi. Kontak kulit begitu dominan dalam proses IMD. Sejak awal hingga akhir adalah mengenai kontak kulit. Dan tanpa sadar, tangan ibu pasti mengelus-elus bayi saat IMD. Yang artinya, ibu tanpa sadar melakukan gerakan pijatan pada bayi. Terkadang ini juga menjadikan cues (tanda) bahwa elusan tangan ibu adalah ajakan bayi untuk menyusu. Kedua bayi saya terlahir berbeda golongan darah dengan saya, yang berpengaruh pada resiko bilirubin tinggi, dimana bilirubin ini bisa diturunkan dengan pemberian ASI. Bayi berbilirubin tinggi cenderung mengantuk dan sulit sekali dibangunkan untuk menyusu (seperti yang terjadi pada anak pertama saya). Pada anak kedua, bila tiba waktunya menyusu (2 jam sekali) saya cukup mengelusnya sambil membisikkan ajakan untuk menyusu ke telinganya, lalu dia pun membuka mulutnya (walaupun terkadang matanya masih tetap tertidur). Cues hanya bisa dibangun dengan kebiasaan. Oleh karenanya manfaatkan kesempatan saat IMD untuk membangun kebiasaan baik tersebut.
Saya tidak akan membahas terlalu detail mengenai manfaat pijat bayi disini, karena saya yakin banyak sekali literature yang sudah mengupas tentang hal tersebut secara mendalam. Tapi yang ingin saya tekankan, pijat bayi bukanlah suatu keahlian khusus yang hanya bisa dilakukan oleh ‘orang pintar’ atau ‘dukun pijat’.
Esensi dari pijat adalah skin to skin contact.
Silahkan anda merasakan sendiri, mana lebih nyaman : pijat di kursi pijat elektronik atau dipijat langsung dengan tangan orang?
Saya yakin jawabannya pasti dipijat tangan orang
Nah, kita tingkatkan lagi tantangannya, mana yang lebih nyaman : dipijat oleh orang yang baru anda kenal tanpa anda tahu keahliannya atau dipijat oleh orang yang sudah pernah memijat anda dan pijatannya enak?
Saya 1000% yakin jawabannya lebih enak dipijat orang yang jago pijat. Betul?
Kembali ke bayi, mereka yang baru saja dilahirkan belum mengenal standard pijatan enak atau tidak. Tekanan keras atau terlalu keras. Tehnik pijatan tradisional atau Swedish massage. Yang mereka ketahui: aroma, suara & degup jantung ibunya. Jadi pastinya pijatan yang paling nyaman untuk si bayi adalah bila yang memijat ibunya sendiri: tidak asing & terasa aman melindunginya. Nah, persoalannya sekarang, banyak ibu yang tidak pede akan tehnik memijat & tingkat tekanan pijatannya untuk badan kecil bayinya. Sehingga mereka lebih percaya ‘pemijat profesional’ yang memijat bayinya. Sebenarnya tidak menjadi masalah bila si bayi nyaman-nyaman saja (dalam artian tidak stress saat dipijat). Tapi akan menjadi bumerang apabila si bayi tidak nyaman. Percaya atau tidak, ini juga berpengaruh kepada ASI si ibu. Pada saat ibu melihat bayinya menangis (bahkan dipaksa diurut terlalu kencang) oleh ‘pemijat profesional’ tadi, oksitosin ibu malah menurun. Akibatnya distribusi ASI terganggu.
Kembali saya tekankan, kunci utama memijat bayi adalah: skin to skin contact. Jadi tidak bertekanan (hanya sekedar elusan) juga tidak masalah. Jadikan pijat bayi sebagai sarana berkomunikasi. Manfaat lainnya adalah bonus. Dengan berfikir seperti itu, akan lebih mudah bagi ibu untuk melakukan pijat bayi tanpa ada rasa takut atau terpaksa.
Jangan terperangkap ‘rutinitas pijat bayi’. Ada beberapa bayi yang tidak terbiasa dipijat secara rutin, tapi karena ibunya begitu bersemangat jadi memaksa bayi, sehingga bayi stress. Sesungguhnya yang seharusnya adalah manfaatkan pijat bayi sebagai alat komunikasi menciptakan cues (rutinitas). Contohnya adalah tadi seperti yang saya ceritakan : membangunkan bayi yang tidur untuk menyusu dengan mengelusnya. Bonus lain dari kegiatan ini adalah ‘menyalakan alarm’ LDR (let down reflects) pada si ibu setiap bayi mau menyusu.
Kembali ke pengalaman pribadi saya, saat kami sudah tidak ‘berkejar-kejaran’ dengan bilirubin yang menyusu menjadi rutinitas setiap 2 jam sekali, kini kehidupan kami sudah lebih nyaman dan terkendali. Bayi saya kadang tidak tentu jam menyusunya, saya sudah lebih mengikuti ‘demand’ nya saja kapan harus menyusui. Tapi hebatnya, setiap kali dia mau menyusu, LDR saya pun mengalir seperti memberi alarm, bahkan saat saya sedang pergi tidak bersama bayi saya. Biasanya saat itu saya akan telpon ke rumah untuk menanyakan apakah dia sedang minum ASI perah? Beberapa kesempatan begitu pas, saat LDR ya saat dia minta minum ASI perah. Dan ada beberapa keadaan dia masih tertidur atau bermain dan saya LDR, saat saya telpon beberapa waktu kemudian dia minta minum ASI perah. Ajaib? Saya rasa tidak, saya lebih percaya itu adalah ikatan yang sudah dibangun sejak kehamilan, dilanjutkan dengan rutinitas yang terbangun dari pijat ibu & bayi

Lalu saat akhirnya Anda memutuskan untuk tetap berangkat memenuhi panggilan tugas tersebut, kesempatan pulang ke kampung halaman begitu menyenangkan dan menghangatkan. Yang sangat menyamankan bukanlah komunikasi langsungnya, atau tatap muka langsungnya, sesuatu yang begitu priceless adalah kesempatan berjabat tangan, memeluk pasangan & anak kita, mencium aroma kampung halaman. Ada berbagai hal yang tidak bisa tergantikan bukan?